Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku adalah golongan tumbuhan yang mempunyai sistem pembuluh sejati (Tracheophyta). Tumbuhan tidak pernah menghasilkan biji untuk berkembang biak. Cara perkembangbiakannya dengan menggunakan spora, mirip seperti lumut dan fungi. Tumbuhan ini sering disebut paku-pakuan atau pakis-pakisan.

Tumbuhan paku dapat kamu jumpai hampir di seluruh dunia, kecuali di daerah bersalju abadi. Banyak tumbuhan paku yang hidup di Indonesia.

Struktur Tumbuhan Paku

Struktur tumbuhan paku sama seperti struktur pada tumbuhan lainnya, yaitu akar, batang dan daun. Struktur ini sangat jelas terlihat pada jenis paku berbatang tinggi seperti paku tiang.

Tumbuhan paku mengalami dua fase dalam kehidupannya, yaitu fase gametofit dan sporofit. Fase tersebut biasa disebut pergiliran keturunan. Fase gametofit berukuran sangat kecil dan sulit untuk diamati. Sedangkan fase sporofit adalah bentuk tumbuhan paku yang biasa kita lihat. 

Ciri-Ciri Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut :

  • Memiliki akar, batang, dan daun sejati. 
  • Memiliki pembuluh angkut.
  • Akar yang serabut
  • Tidak memiliki bunga
  • Berkembang biak secara vegetatif dengan spora.
  • Habitatnya di darat dan di perairan, ada juga yang menempel.
  • Daun tumbuhan paku muda menggulung dan bersisik.
  • Dalam siklus hidupnya terdapat fase sporofit.
  • Fase sporofit pada siklus hidupnya memiliki sifat lebih dominan daripada fase gametofitnya.

Jenis Tumbuhan Paku

Dikutip dari bahassemua.com, ada 5 jenis tumbuhan paku, yaitu sebagai berikut :

1. Psilopsida (Paku Purba)

Psilopsida adalah tumbuhan paku yang memiliki susunan cukup sederhana. tumbuhan paku jenis ini memiliki bulu-bulu halus yang menyelimuti. Selain itu, tumbuhan ini memiliki akar serabut halus yang biasa disebut akar semu. Akar ini berfungsi sebagai perekat pada tumbuhan lain. Contoh tumbuhan paku jenis ini yaitu psilotum nudum.

Ciri-ciri Psilopsida :

  • Menghasilkan 1 jenis spora (homospora)
  • Hidup di daerah beriklim tropis dan subtropis
  • Daun berukuran kecil. Batang berklorofil
  • Tidak memiliki daun sejati

2. Lycopsida

Lycopsida merupakan jenis tumbuhan paku heterospora yang menghasilkan dua jenis spora. Tumbuhan paku jenis ini biasa disebut paku rambut atau paku kawat. Disebut demikian karena memiliki ukuran yang sangat kecil. Contoh tumbuhan paku jenis ini yaitu Selaginella (paku rane) dan Lycopodium cernuum (paku kawat).

Ciri-ciri Lycopsida :

  • Memiliki akar, batang, dan daun sejati
  • Daun rapat dan kecil
  • Menempel pada tumbuhan lain
  • Memiliki 2 jenis sporangium, yaitu mikrosporangium dan makrosporangium

3. Sphenopsida

Sphenopsida sering disebut paku ekor karena memiliki ekor panjang. Biasa hidup di daerah tropis. Salah satu contohnya adalah Equisetum Palustre. 

Ciri-ciri Sphenopsida :

  • Heterospora
  • Batang tumbuh tegak ke atas
  • Tumbuh di daerah yang lembab
  • Kandungan silika ada batang sangat banyak

4. Pteropsida

Pteropsida adalah jenis tumbuhan paku yang sering disebut tumbuhan pakis. Tumbuhan paku jenis ini memiliki daun yang cukup lebar dibandingkan dengan jenis tumbuhan paku yang lainnya. Contoh tumbuhan jenis ini yaitu Adiantum Cuneatum (suplir), Marsilea Crenata (semanggi) dan Asplenium Nidus (paku sarang kuda).

Ciri-ciri Pteropsida :

  • Homospora
  • Spora-spora tersebut berkumpul dan terletak di bawah daun
  • Membutuhkan air untuk sel telur dan sperma dalam pembuahan
  • Penyebaran spora dibantu oleh angin
  • Batang tumbuh di atas permukaan tanah (tegak) dan terbenam di bawah permukaan tanah (rimpang)

5. Berdaun Makrofil

Tumbuhan paku jenis ini memiliki daun yang sangat lebar dan sangat mudah dijumpai di berbagai tempat.

Ciri-ciri makrofil :

  • Terdapat tangkai pada daunnya
  • Memiliki daun yang besar
  • Daun bercabang dan memiliki tulang daun
  • Memiliki diferensiasi sel

Manfaat Tumbuhan Paku

Sebagai Tanaman Hias

  • Platycerium sp (paku tanduk rusa)
  • Adiantum (suplir)
  • Asplenium nidus (paku sarang burung)
  • Alsophila glauca (paku tiang)

Untuk Sayuran

  • Marsilea crenata (semanggi)
  • Pteridium aquilinum (paku garuda)
  • Diplazium esculentum (pakis)

Sebagai Pupuk Hijau

  • Azolla pinnata, bersimbiosis dengan alga biru yang berperan dalam fiksasi nitrogen yang bisa membuat tanah menjadi subur.

Sebagai Bahan Obat-obatan

  • Equisetum (paku ekor kuda) yang memiliki fungsi diuretik. Diuretik yaitu melancarkan pengeluaran urine
  • Selaginella (obat luka)

Sebagai bahan dalam membuat karangan bunga, misalnya Lycopodium cernuum.

Demikian pembahasan kali ini mengenai pengertian tumbuhan paku, struktur, ciri-ciri, jenis dan manfaatnya. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *