Penyakit Gigi Kucing

Ancaman penyakit gigi pada kucing sangat nyata adanya. Hal ini karena kucing tidak bisa membersihkan gigi kucing secara mandiri. Sisa-sisa makanan yang menempel di gigi kucing akan menumpuk dan menjadi sarang bakteri. Apabila kondisi ini dibiarkan dalam waktu lama, kucing akan terserang penyakit gigi yang menyebabkan bau mulut, gusi berdarah hingga infeksi rongga mulut yang kronis. Untuk itu, mari kenali 5 penyakit gigi yang sering menyerang kucing. Dengan tahu ancaman penyakit gigi kucing, pemilik kucing bisa melakukan pencegahan sejak dini.

Plaque

Plaque pada gigi kucing merupakan lapisan lengket yang berwarna bening yang berada di permukaan gigi kucing. Lapisan plak terbentuk dari sisa-sisa makanan kucing yang menempel di gigi kucing. Secara alamiah, air liur kucing dapat membersihkan plak pada gigi kucing. Akan tetapi, sisa makanan dari beberapa jenis makanan yang lengket kadang sulit larut dengan air liur kucing. Akibatnya, lapisan ini menempel di gigi dalam waktu lama.

Berikut penampakan plaque pada gigi kucing:

Penyakit plaque pada gigi kucing
Penyakit plaque pada gigi kucing.

Lapisan lengket yang menempel selama beberapa waktu akan membentuk plaque. Lapisan plaque yang tidak segera dibersihkan lama-lama akan mengeras dan menjadi karang gigi. Kalau sudah menjadi karang gigi, dapat menyebabkan gigi berlubang dan infeksi gusi. Serem ya?

Tartar

Tartar atau lebih dikenal dengan istilah karang gigi adalah penyakit gigi yang paling umum menjangkiti gigi kucing. Hal ini disebabkan oleh terbentuknya plak pada dinding gigi kucing yang lambat laun mengeras. Lapisan plak yang mengeras dan menebal membentuk karang gigi atau kalkulus gigi. Beberapa dokter hewan meneliti lapisan tartar pada gigi kucing. Ternyata lapisan tersebut terbentuk dari zat kalsium, zat kapur. Itu artinya, lapisan ini tidak mengendap dalam waktu cepat. Dengan begitu, apabila pemilik kucing mau melakukan pembersihan dan pengecekan karang gigi secara berkala, kucing dapat terhindar dari penyakit tartar.

Berikut penampakan penyakit tartar yang menyerang karang gigi.

Penyakit tartar pada gigi kucing
Penyakit tartar pada gigi kucing.

Untuk mencegah pembentukan tartar di gigi kucing kamu dapat melakukan beberapa hal:

  1. Sikat gigi kucing secara rutin sejak kecil.
  2. Lakukan kontrol gigi ke klinik dokter hewan minimal setahun sekali.
  3. Selalu periksa kesehatan gigi dan mulut kucing saat mulai tercium aroma tidak sedap dari air liur dan nafas kucing.

Periodontitis

Periodontitis merupakan jenis penyakit pada gigi kucing yang menyerang gusi kucing. Artinya, gusi kucing akan mengalami peradangan hebat yang membuat kucing kesakitan. Di sekitar gigi yang terserang periodontitis akan terdapat kalkulus dalam jumlah besar. Kalkulus atau karang gigi inilah yang menjadi tempat bersarang bakteri jahat. Bakteri akan menginfeksi dengan menyerang ligamen yang menompang dan mengelilingi gigi sehingga gigi kucing copot. Gigi kucing yang copot akibat penyakit gigi periodontitis tidak dapat tumbuh lagi. Oleh karena itu, kucing akan menjadi ompong dan kesulitan makan.

Ada kalanya, periodontitis menyerang gigi yang masih sehat. Gusi sudah meradang, akibat bakteri yang masuk terlalu dalam sampai akar gigi. Akibatnya, gusi menjadi bernanah dan muncul aroma tidak sedap dari mulut kucing. Kalau sudah seperti ini kucing sudah mengalami radang gusi yang berat. Solusinya adalah melakukan pencabutan gigi kucing yang terserang periodontitis dan segera melakukan perawatan saluran akar.

Berikut foto dari penyakit periodontitis yang menyerang gusi kucing:

Penyakit Periodontitis pada kucing
Penyakit Periodontitis pada kucing.

Periodontitis menyebabkan gusi kucing bengkak dan meradang. Pada tahap infeksi yang parah, gusi kucing akan mengeluarkan nanah yang menyebabkan bau menyengat pada mulut kucing.

Gingivitis

Gingivitis pada kucing merupakan penyakit gigi yang menyebabkan peradangan pada gingiva (gusi yang mengelilingi gigi kucing). Gingivitis bisa terjadi pada kitten, kucing dewasa maupun kucing tua. Berdasarkan tingkat keparahannya, gingivitis terbagi menjadi 3 jenis:

  1. Gingivitis ringan. Gingivitis ringan bisa terjadi pada semua kucing di semua umur. Gingivitis ringan dapat terjadi 48 jam pasca pembersihan plaque dan tartar pada gigi kucing. Gingivitis ringan tidak mempengaruhi akar gigi. Perawatan gigi kucing di rumah dengan resep dokter hewan akan menyembuhkan penyakit gingivitis ringan dengan segera.
  2. Gingivitis sedang. Gingivitis sedang sangat umum terjadi pada kucing yang memiliki plaque pada giginya. Apabila tidak segera ditangani, gingivitis sedang akan semakin meradang seiring berjalannya waktu. Kadang resesi gusi dapat terlihat pada tahap ini. Kantung gingiva mungkin juga akan terlihat. Kantung gingiva adalah tempat perpisahan antaran gusi dan gigi. Kantung gingiva menyediakan tempat yang sempurna untuk bakteri, plaque dan karang gigi untuk menumpuk. Jikalau kalkulus belum terbentuk, gingivitis sedang dapat segera diatasi dengan perawatan kucing home care. Namun, kamu perlu rutin untuk melakukan pembersihan dan perawatan setiap hari. Jika kalkulus telah terbentuk, mau tidak mau kamu harus ke klinik dokter hewan untuk melakukan perawatan gigi kucing.
  3. Gingivitis parah. Gingivitis parah adalah penyakit gingivitis yang sudah meradang parah di gusi kucing. Gingivitis para sangat menyakitkan bagi kucing. Kucing akan mengalami hipersaliva (kucing mengeluarkan air liur terus menerus) & halitosis. Terkadang mulut kucing mengeluarkan darah sehingga kucing sulit makan. Gingivitis tingkat parah sering terjadi pada kucing yang memiliki banyak plaque dan tartar digiginya. Resesi gusi juga umum terjadi, tetapi mungkin tidak selalu terlihat jelas karena gusi sangat meradang. Kantung gingiva dapat dilihat dan biasanya lebih dalam daripada yang ditemukan pada gingivitis sedang. Radang gusi yang parah biasanya tidak dapat diatasi dengan menyikat, dan sering kali mulut terlalu sakit untuk disikat. Untuk itu, kamu perlu bantuan dari dokter hewan. Dokter hewan akan melakukan tindakan medis untuk pembersihan plaque dan karang gigi. Jika terjadi resesi gusi tingkat parah yang mengekspos akar gigi maka gigi kucing mungkin perlu dicabut.

Berikut contoh penyakit gingivitis pada gigi kucing:

Penyakit gingivitis pada kucing
Penyakit gingivitis pada kucing.

Gingivitis ditandai dengan area gusi kucing yang meradang. Kamu dapat melihat peradangan ini dengan jelas saat membuka mulut kucing agak lebar.

Tooth Resorption

Tooth resorption atau dikenal juga dengan resorpsi gigi merupakan kondisi di mana jaringan tubuh mulai rusak dan menyerap struktur pembentuk gigi. Proses resorpsi gigi biasanya di mulai di enamel gigi. Letaknya di sepanjang garis gusi. Dan proses resorpsi gigi ini berlanjut ke tengah gigi. Sampai akhirnya, gigi tersebut hampir menghilang seluruhnya. Dan hanya menyisakan benjolan gusi.

Berikut foto penampakan penyakit resorpsi gigi pada kucing:

Penyakit tooth resorption.

Terkadang resorpsi gigi kucing menyebabkan kemunculan lubang di gigi kucing. Kebanyakan pemilik kucing kadang mengira ini adalah gigi berlubang. Akan tetapi, kami tekankan lagi, ini resorpsi gigi bukan gigi berlubang akibat bakteri. Lubang gigi sebenarnya sangat jarang terjadi pada gigi kucing. Jika kamu melihat gejala kerusakan gigi kucing yang menyerupai gigi berlubang, kemungkinan besar itu adalah tanda resorpsi gigi kucing.

Kucing yang menderita tooth resorption akan kesulitan makan. Karena gusi kucing akan sakit untuk mengunyah makanan. Pada kasus parah, gusi akan berdarah. Untuk pengobatannya, segera konsultasi ke klinik dokter hewan terdekat.

Akhir kata, itulah pembahasan 5 penyakit gigi yang sering menyerang kucing. Kalau ada pertanyaan, silakan tinggalkan pertanyaan melalui kolom komentar di bawah.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *