Komponen Rem Hidrolik

Saat ini semua jenis mobil sudah menggunakan sistem pengereman hidrolik. Begitu juga dengan motor, hampir semua tipe motor sudah menggunakan sistem rem seperti ini.

Berbicara soal rem hidrolik, sebenarnya apa aja sih kelebihan dari sistem pengereman hidrolik sehingga menjadi media penggerak rem?

Selain itu ada apa saja komponen pada rem hidrolik itu? Masing-masing dari komponen tersebut apakah sama mekanisme-nya?

Teruntuk kamu yang belum mengetahui-nya, silahkan simak terus penjelasan di bawah ini sampai tuntas.

Komponen Rem Hidrolik

Setiap kendaraan itu pasti meiliki komponen penting di dalamnya, begitu juga dengan rem hidrolik. Rem ini mempunyai 5 komponen yang berperang penting, di antaranya seperti:

Sumber artikel: mamangbengkel

1. Tuas Rem

Komponen yang pertama dari rem hidrolik adalah tuas rem, bagian ini merupakan input device yang berfungsi untuk mengetahui kapan rem aktif dan juga non aktif.

Sederhana-nya seperti ini, disaat kaki kita menekan pedal rem untuk menghentikan mobil, maka rem tersebut akan aktif.

Pada bagian ini, pedal rem bekerja untuk memasukkan tenaga tekan yang dihasilkan oleh pengemudi sehingga sistem hidrolik pada rem dapat bergerak.

2. Master Silinder

Master silinder adalah bagian yang bekerja untuk merubah gerakan biasa menjadi tekanan hidrolik.

Hal ini memang sangat diperlukan, sebab cara kerja dari sistem hidrolik ini memerlukan yang namanya tekanan fluida.

Jadi, power yang dihasilkan dari gerak pedal akan dilanjutkan ke bagian tekanan hidrolik, hal ini dilakukan oleh master silinder.

Pertanyaan-nya sederhana, bagaimana cara master silinder merubah energi ini menjadi tekanan hidrolik?

Jadi begini, di dalam master silinder ini ada tabung dan juga piston, nah si piston tersebut terhubung dengan pedal rem dan piston juga akan bergerak untuk membolak balikan di dalam tabung.

Gerakan piston tersebut sangat berpengaruh, sehingga ketika tabung diisi dengan fluida, maka tekanan fluida itu akan berubah-rubah sesuai dengan gerakan piston.

3. Reservoir Tank

Sebenarnya bagian ini tidak termasuk dalam komponen rem hidrolik, dikarenakan ada kaitannya dengan fluida, dengan demikian adanya tabung untuk menyimpan fluida itu lebih aman terhadap rem hidrolik.

Jadi, fungsi dari resevoir ini ialah menyimpan cadangan minyak rem yang nantinya akan berfungsi untuk menyalurkan tenaga ke bagian kaliper rem.

Bagian ini dapat menghindari dari resiko masuk angin, dimana masuk angin pada rem hidrolik dapat mengakibatkan rem blong atau ngeplos.

Mungkin sebagian dari teman-teman ada yang bingung dengan istilah masuk angin, ya kan?

Jadi masuk angin itu adalah istilah udara masuk ke dalam sistem hidrolik. Dikarenakan banyaknya udara di dalam sistem hidrolik, disaat tekanan fluida mulai meningkat, maka bagian ujungnya tidak akan bergerak.

Al hasil, rem pun ketika ditekan akan ngempos begitu saja.

Lalu bagaimana jika ini terjadi? Kamu perlu membuka baud pada selang rem dan kemudian mengeluarkan angin yang mengendap, setelah itu tutup kembali sampai benar-benar kencang.

4. Pipa Hidrolik

Pipa hidrolik adalah selang yang fungsinya sebagai saluran tempat mengalirnya minyak rem ke dalam kaliper.

Dikarenakan tekanan dari minyak rem ini cukup tinggi, maka selang yang dibuat untuk mengalirkan-nya terbuat dari bahan khusus yang tidak mudah leleh.

Umumnya selang rem tersebut terbuat dari pipa logam, namun ada juga yang terbuat dari pipa elastis.

Tapi kebanyakan selang yang digunakan untuk rem itu terbuat dari bahan pipa logam.

5. Kaliper

Kaliper adalah komponen rem hidrolik yang fungsinya merubah daya pada tekanan minyak rem ke bentuk gerakan mekanis.

Hal ini berguna untuk menggerakkan kampas rem supaya dapat menekan piringan pada cakram.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *