Do’a Melepas Pakaian

Dalam Islam, menggunakan pakaian haruslah menutup aurat. Setiap laki-laki dan perempuan memiliki batas aurat sendiri-sendiri. Selian itu, saat menggunakan atau melepaskannya, diharuskan membaca do’a menggunakan pakaian dan do’a melepas pakaian.

Adab dalam mengenakan pakaian tersebut, sudah dijelaskan dalam surat Al-A’raf ayat 26 dengan arti sebagai berikut:

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”

Do’a Mengenakan dan Melepas Pakaian

Saat akan menggunakan pakaian, jangan lupa untuk membaca do’anya terlebih dahulu. Do’a saat menggunakan pakaian ialah sebagai berikut.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي ولا قوةٍ

Alhamdu lillaahil ladzii kasaanii haadzaa wa rozaqonihi min ghoiri hawlim minni wa laa quwwatin.

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini dan menganugerahkannya kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku, pakaian yang dengannya aku menutup auratku dan dengannya aku memperindah diriku dalam hidupku.”

Jangan lupa juga untuk membaca do’a pada saat Anda akan melepas pakaian. Do’anya lebih simple dan mudah untuk dihafalkan. Berikut do’a melepas pakaian:

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ

Bismillaahilladzii laa ilaaha illaa huwa.

Artinya: “Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain-Nya.”

Adab yang Harus Diperhatikan Saat Menggunakan Pakaian dan Berhias

Dilansir dari Dakwahdaily.com, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat menggunakan pakaian dan juga berhias. Hal ini karena dalam Islam tidak diperbolehkan untuk terlalu berlebihan dalam berhias.

1. Menutup Aurat

Menutup aurat merupakan kewajiban bagi muslim laki-laki dan juga muslim perempuan. Allah SWT bahkan berfirman dalam surat Al-A’raf ayat 26-27, yaitu:

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْءَاتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَىَ ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ يَا بَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَاتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاء لِلَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ

Artinya: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. Hai anak Adam, jangalah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada kedua auratnya. Sesungguhnya, Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.”

2. Wanita Diharamkan Menyerupai Laki-laki dan Laki-Laki Diharamkan Menyerupai Wanita

Dalam adabnya, laki-laki dan perempuan memiliki aturan sendiri dalam berpakaian. Dimana, laki-laki dilarang berpakaian menyerupai wanita, dan wanita dilarang berpakaian menyerupai laki-laki.

Larangan tersebut dijelaskan pada sebuah hadits Rasulullah SAW, yaitu:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنْ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنْ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ. (رواه البخاري)

dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu, dia berkata: “Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Al-Bukhari no. 5435,6331), Ahmad (no. 1983), At-Tirmidzi (no. 2783), Abu Dawud (no. 4097), Ibnu Majah (no. 1904) serta Ad-Darimi (no.2649)).

3. Menunjukkan Nikmat Allah SWT dalam Berpakaian

Di dalam berpakaian, maka jangan lupa untuk menampakkan nikmat dari Allah SWT yang telah diberikan.

Dalam hidup, manusia tidak boleh terlalu berlebih-lebihan dan melampaui batas dengan harta yang dimilikinya, serta tidak boleh terlalu berhemat dan menekan dirinya sehingga tidak menampakkan nikmat yang telah Allah berikan kepadanya.

4. Diharamkan untuk Menyeret Pakaian

Dalam sebuah hadits diriwayatkan sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا. (رواه البخاري

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Pada hari kiamat kelak, Allah tidak akan melihat orang yang menjulurkan kain sarungnya karena sombong.” (HR. Al-Bukhari (no. 5342), Muslin (no. 2078), Ahmad (no. 8778) dan Malik (no. 1698).

5. Haramnya Pakaian Syuhrah

Apa itu pakaian syuhrah? Pakaian syuhrah ialah pakaian kebesaran dimana seseorang yang mengenakan pakaian tersebut menjadi terkenal. Dengan menggunakan pakaian tersebut, maka orang akan merasa besar dan menyombongkannya dirinya. Padahal, Allah SWT sendiri tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.

6. Laki-Laki Diharamkan Memakai Emas dan Sutera

Dalam sebuah hadits menjelaskan bahwa:

عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ إِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ حَرِيرًا فَجَعَلَهُ فِي يَمِينِهِ وَأَخَذَ ذَهَبًا فَجَعَلَهُ فِي شِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ إِنَّ هَذَيْنِ حَرَامٌ عَلَى ذُكُورِ أُمَّتِي. (رواه أبوا داود)   

Dari Ali bin Abu Thalib radhiallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah SAW pernah mengambil sutera lalu meletakkannya pada sisi kanannya dan mengambil emas lalu meletakkanya pada sisi kirinya. Kemudian belia bersabda: “Sesungguhnya dua barang ini haram bagi umatku yang laki-laki.” (HR. Abu Dawud (no. 3535) dan Syaikh al-Abani menshahihkannya (no.3422), an-Nasa’I (no. 5144) dan Ibnu Majah (no. 3595)).

7. Disunnahkan Laki-Laki Memendekkan Pakaian dan Wanita Memanjangkannya

Dari Abu Hurairah radhiallau ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa menjulurkan kain sarungnya hingga di bawah mata kaki, maka tempatnya adalah neraka.”

Hadits tersebut berlaku untuk kaum laki-laki yang menggunakan pakaian di bawah mata kaki. Sedangkan, bagi perempuan diwajibkan untuk mengenakan pakaian di bawah mata kaki, sampai auratnya benar-benar tertutup.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ لَمْ يَنْظُرْ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ إِنَّ أَحَدَ شِقَّيْ ثَوْبِي يَسْتَرْخِي إِلَّا أَنْ أَتَعَاهَدَ ذَلِكَ مِنْهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكَ لَسْتَ تَصْنَعُ ذَلِكَ خُيَلَاءَ. (رواه البخاري)

Dari Abdullah bin ‘Umar radhiallau ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang menjulurkan pakaiannya karena kesombongan maka Allah tidak akan melihat kepadany pada hari kiamat.” Kemudian Abu Bakar berkata, “Sesungguhnya sebelah dari pakaianku terjulur kecuali bila aku memeganginya (mengangkatnya)”. Maka Nabi SAW berkata, “Sesungguhnya kamu melakukan itu bukan bermaksud sombong.” (HR. Al_Bukhari (no. 3392) dan lafadz hadits tersebut berdasarkat periwayatan beliau, Muslim (no. 2085), Ahmad (no. 5328), At-Tirmidzi (no. 1730), An-Nisa’I (no. 5335), Abu Dawud (no. 4085), Ibnu Majah (no. 3659) dan Malik (no. 16696)).

Sebagai seorang mukmin, tentu Anda harus memperhatikan adab berpakaian yang baik dan benar menurut Islam. Jangan lupa juga untuk senantiasa membaca do’a memakai pakaian dan do’a melepas pakaian.

Selain itu, baca pula do’a lain yang dianjurkan seperti do’a keluar dan masuk masjid dan juga beberapa do’a lainnya yang disunnahkan. Bagi Anda yang sedang dalam perjalanan, laksanakanlah sholat jamak qasar.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *