4 Penyebab Bulu Kucing Rontok

Pemilik kucing mungkin akan merasa kebingungan jika mendapati kucing kesayangannya mengalami bulu rontok.

Selain membuat kenampakan kucing menjadi kurang indah, hal tersebut juga menjadikan tanda bahwa kucing sedang terganggu kesehatannya.

Lalu, apa saja penyebab bulu kucing rontok?

Kucing yang mengalami kerontokan pada bulu bisa disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor internal berasal dari kondisi tubuh kucing sendiri.

Sedangkan faktor eksternal dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar.

Penasaran bagaimana penjelasannya? Simak ulasan di bawah ini.

4 Penyebab Bulu Kucing yang Rontok Parah dan Botak

Sebagai pemilik kucing yang baik, sudah menjadi keharusan untuk mengetahui permasalahan yang dialami kucing.

Salah satunya jika mendapati kucing mengalami bulu rontok.

Setidaknya, pemilik kucing harus tahu apa penyebabnya. Dengan begitu, nantinya bisa mengatasi permasalahan tersebut.

Adapun beberapa penyebab bulu kucing rontok menurut situs hewany.com yaitu:

1. Shampo yang Digunakan Tidak Cocok

penyebab-bulu-kucing-rontok-dan-luka

Saat membersihkan kucing, tentu tidak lepas dari penggunaan shampo.

Jika setelah menggunakan shampo didapati bulu kucing rontok, kemungkinan besar shampo yang digunakan tidak cocok.

Mengapa bisa demikian?

Produk shampo mengandung bahan-bahan kimia yang diracik untuk mengatasi permasalahan kulit dan bulu kucing.

Namun, ada kalanya terdapat bahan yang tidak cocok untuk kucing. Faktanya, kondisi kucing berbeda satu individu dengan individu lainnya.

Solusi dari permasalahan bulu kucing rontok akibat penggunaan shampo adalah mencoba beralih pada produk shampo lainnya.

Pemilik kucing disarankan untuk mencari informasi terkait shampo yang banyak direkomendasikan untuk kucing. Lalu, amati perubahan yang terjadi.

2. Terkena Tungau atau Kutu

penyebab-bulu-kucing-rontok-di-atas-mata

Tungau atau kutu yang menempel pada bulu kucing memang suatu hal yang lumrah terjadi. Hal ini karena tungau atau kutu memang nyaman hidup di tempat lembab dan tersembunyi.

Namun, keberadaan tungau atau kutu ini bisa mengganggu kenyamanan kucing.

Selain menimbulkan gatal-gatal yang mengganggu kenyamanan kucing. Adanya tungau atau kutu dapat menyebabkan bulu kucing menjadi rontok bahkan sampai botak.

Hal ini disebabkan karena tungau atau kutu tersebut bersifat parasit dengan mengambil nutrisi pada bulu kucing.

Nutrisi yang seharusnya dipergunakan untuk menjaga kekuatan dan pertumbuhan bulu, malah diserap oleh tungau atau kutu. Sehingga, bulu kucing menjadi kekurangan nutrisi. Nah, hal inilah yang dapat menyebabkan bulu kucing menjadi rontok.

Untuk mengatasi adanya tungau atau kutu pada bulu kucing bisa dengan menggunakan obat anti tungau atau kutu khusus kucing.

Pakaikan obat tersebut rutin pada kucing. Namun, apabila belum terlihat perubahan, jangan sungkan untuk membawanya ke dokter hewan.

3. Terkena Infeksi Jamur

Terkena-Infeksi-Jamur

Jamur bisa saja menyerang bulu kucing. Hal ini dikarenakan bulu kucing memiliki karakteristik yang lembab dan lebat.

Kondisi seperti ini akan sangat mendukung kelangsungan hidup jamur dan tidak mengherankan jika jamur bisa tumbuh dengan baik.

Pada umumnya, keberadaan jamur pada bulu kucing ditandai dengan munculnya bercak warna putih. Semakin banyak bercak putih yang menempel pada bulu kucing, maka kekuatan rambut akan berkurang.

Hal ini lah yang menyebabkan bulu kucing akan mengalami kerontokan.

Jika tidak segera ditangani, kerontokan bulu kucing ini akan semakin parah. Penanganan bisa dilakukan sendiri atau bisa juga meminta bantuan dokter hewan.

4. Alergi

Penyebab-bulu-kucing-rontok-karena-alergi

Pengaruh alergi juga bisa menjadi penyebab kerontokan bulu pada kucing. Alergi bisa berasal dari makanan, pemberian vaksin ataupun kondisi lingkungan.

Nah, penanganan nantinya akan disesuaikan dengan penyebab alergi karena kondisi kucing yang satu dengan lainnya pasti berbeda.

Alergi makanan pada umumnya disebabkan karena kucing mengkonsumsi makanan tinggi protein dan garam.

Kucing bisa saja memiliki toleransi yang rendah terhadap protein. Kondisi inilah yang membuat tubuh kucing menolak senyawa tersebut dengan menunjukkan reaksi alergi.

Demikian halnya dengan pemberian vaksin atau obat tertentu, tidak semua kucing mempunyai toleransi yang sama. Jadi, bisa saja satu jenis vaksin akan cocok dengan satu individu, namun tidak cocok untuk individu lain.

Faktor lingkungan yang paling berpengaruh pada kucing adalah suhu. Suhu yang panas akan menyebabkan kucing merontokkan bulunya.

Pasalnya, upaya merontokkan bulu ini bertujuan untuk menjaga kondisi suhu tubuh kucing.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *